Jumat, 22 Februari 2013

Dedy Praboe Jazz Tattoo


Dedi Praboejazz
Lampung, 5 desember 1980
“Seiring namanya yang melejit, karya nya yang semakin berbahaya dan patut diacungi jempol”


Tahun 1997 ketika masih SMA di Lampung adalah awal mula mengenal tato , baginya tato adalah karya seni yang sulit, menarik, dan menantang. Karya seni yang paling berbeda sendiri, tidak semua orang bisa men-tato, sebagai contoh seniman lukis atau seniman air brush belum tentu bisa membuat tato, tetapi bagi seniman tato, besar kemungkinan untuk dapat mengerjakan air brush dan lukis dengan mudah.
 Datang ke kota Jogja pada tahun 2000, dengan alasan ingin menambah pengalaman, turut serta berkesenian. Mengawali kiprahnya di sepanjang jalanan Malioboro, dan orang yang ia kenal saat itu hanyalah seniman tato bernama ange’ (almarhum). Awalnya hanya mengerjakan tato temporari di sepanjang emperan malioboro, tidak berlangsung lama dia bosan dengan temporari, karena kurang menantang. Kemudian beralih ke permanen tato, saat itu dia mentato dengan meminjam mesin teman, namun karena dia tidak selalu bisa meminjam, akhirnya dia merakit mesin tatonya sendiri.
Pada saat itu tato dan piercing  belum tenar seperti sekarang ini, orang yang ingin membuat tato jarang sekali, dulu ia hampir putus asa, dan berniat untuk beralih profesi, tapi akhirnya dia mengurungkan niatnya dan tetap menlanjutkan peruntungannya melalui tato. Dilanjut perjalan-nya ia sempat ikut perkumpulan seniman tato tahun 2001 bersama toxic, ony dkk, tak bertahan dalam waktu lama, ia tak aktif lagi dalam perkumpulan karena down dan minder, disebabkan karena tak mempunyai alat  standar seperti teman yang lain-nya. Munculah ide untuk menabung, karena baginya “jikalau ada kemauan pasti semua akan terlaksana” .
Ia pun membeli peralatan tato sedikit demi sedikit, ia mencicil mulai membeli bukan mesin tatonya dahulu, melainkan peralatan kecil, seperti tips, jarum, vaselin ink cup, dll. Sampai akhirnya dengan uang yang cukup dia mendapatkan mesin tato. Karena harus didukung dengan tinta yang standar tato pula, ia membeli tinta sedikit demi sedikit, dari warna-warna yang paling dibutuhkan, kadang jasa tato-nya di bayar dengan tinta, alias barter,  akhirnya dia menjadi seniman tato dengan peralatan yang lengkap dan mewadai.
Namun nampaknya nasib belum mujur, dalam kurun waktu yang belum begitu lama ia dapat mengumpulkan materi alat tato dengan jerih payahnya, iya harus kehilangan alat tatoonya, satu kotak alat tatoo-nya telah dicuri, rasa-nya sangat menyedihkan. Harapan-nya yang kuat membuat dia tak putus asa, dia tidak kaget untuk kembali mulai dari 0 lagi, berikut mengupulkan peralatan tato seperti awal mula mengumpulkan sebelumnya. Hingga sampai sekarang ini, mempunyai studio sendiri yang berkonsep home studio.
Praboejazz Tattoo adalah nama studio-nya,  praboe jazz itu sebuah nama pemberian bokap, dia sangat kagum dengan kata praboe jazz, praboe jazz sendiri ber-arti seorang raja yang sedang berbicara, tentunya dengan filosofi yang begitu dalam  ia memutuskan menamakan sendiri studionya “Praboe Jazz Tattoo”.
Untuk saat ini artist tato favoritnya ialah Handy Muntilan, baginya ia adalah sosok yang patut di kagumi, karena beliau dapat menguasai segala jenis gambar tato. Kalau pribadi harus memilih dia lebih memilih aliran black n grey sembari mempelajari segala jenis tato.
Sekarang ini baginya, karya seni tato lebih dihargai, tato semakin berkembang, dan menjadi seniman tato adalah profesi yang menjanjikan, namun dengan catatan selalu berusaha menyajikan karya dengan bagus dan maksimal, hal ini dikarenakan persaingan semakin ketat. Ajang event tato sangat berpengaruh sekali untuk seorang seniman tato,  agar kita dapat melihat dunia luar, sebagai bahan referensi, dan melihat seberapa besar kempampuan seniman tato dalam cakupan yang lebih luas. Untuk kemudian hari dapat kembali memberikan karya tato semaksimal mungkin. Wujud pendokumentasian tato berupa majalah atau buku juga hal yang penting, yang merupakan bahan pembelajaran berkarya.

Artwork Tattoo 





















Praboe Jazz Tattoo Yogyakarta
Timeline :
Membership Indonesian Subculture
GENTO YK
20 Top Tattoo Artist “Surabaya Skinart Tattoo Festival” 2012
Juara Favorit Kategori Black N Grey “Surabaya Skinart Tattoo Festival” 2012
Salatiga Artfest 2012


Selasa, 05 Februari 2013

Tanggap Warso Warkop N Studio Rejeki Tato #1


Memperingati satu tahun berdirinya warkop sekaligus studio tato rejeki. Untuk melengkapi segala rasa syukur atas perjalanan-nya sampai saat ini, pihak tuan rumah bermaksud menggelar acara dengan titel “tanggap warso warkop n studio rejeki tato”. Acara yang ditawarkan ialah live musik dan tato kolaborasi. Diselenggarakan tepat pada tanggal 28 januari 2013, hari senin, dari pukul 5 sore sampai 10 malam.

Musik
Diisi dari berbagai band beraliran rock, pop, sampai rockabilly, menyanyikan bait satu lantai bersama rekan dan pengunjung, komunikatif dengan segala bahan canda.




       Tato kolaborasi
Acara tattoo di support penuh oleh rekan-rekan gento, yaitu proses men-tattoo dalam area police line, tepat di depan area musik, dan di sekelilingnya ialah teman-teman dan pengunjung acara. Tato kolaborasi di bagi dalam 3 kategori.
Oldschool
  Pupha Toding (carpediem tattoo) X Mamat Murr-baut (tattoo for you)

Realist
 Adjie RDC (radical tattoo) X Nandi Yoga (mangsi tattoo)

Cichano
 Vano (Mr. Sins) X Gembol Prablika (Pigment Tattoo)


Selia musik perform dan proses tato berlangsung, tamu undangan juga disuguhkan dengan hidangan yang sederhana, teh hangat dan kopi, dengan bermacam cemilan, dan yang paling asik ialah memilih menu jagung bakar dan mambakarnya sendiri. Menghabiskan malam yang menyenangkan, tanpa harus merogoh kantong apalagi gengsi, tanpa harus bingung mencari gema acara diantara sebaris warung kopi, mereka sudah mempersiapannya. Tak ada alasan untuk menolak dan ikut andil dalam hangat keluarga rejeki tato, akhirnya malam itu luar biasa!!!





















“serangkum tahun meliput syukur yang paling dalam, dan tak ada yang lebih berharga dari bahagia”